“Kalau saya meninggal, bukan harta yang saya wariskan, tapi Pancasila,” ujar Maruli menirukan pernyataan Presiden Soekarno, sebagai pengingat bahwa nilai luhur bangsa harus dijaga dari generasi ke generasi.
Ia juga mengkritik kondisi aktual Sumatera Utara yang menghadapi persoalan serius seperti kriminalitas, narkoba, dan pengangguran. Menurutnya, semua itu harus dilawan dengan memperkuat nilai Ketuhanan, gotong royong, dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila.
“Sumut jadi provinsi terbesar ketiga di Indonesia. Tapi kita masih miris melihat pagar makam pahlawan hilang, begal di mana-mana, dan 80% napi terjerat narkoba. Ini semua karena nilai Pancasila belum kita tanamkan kuat,” ujarnya dengan nada prihatin.
Ia menekankan bahwa tugas DPR bukan hanya legislasi dan anggaran, tetapi juga menjadi penyambung suara rakyat. Maka, turun langsung ke masyarakat dan membina ideologi Pancasila harus menjadi prioritas bersama.
Direktur Advokasi BPIP, Fuad Himawan, menyatakan bahwa gerakan kebajikan Pancasila bukan sekadar simbolisme. “Relawan harus jadi garda terdepan untuk menjaga harmoni dan keadilan dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.












