Internasional

Medan Dibidik Jadi Gerbang Kerja Sama Belgia, Rico Waas Bahas Transportasi Hijau hingga Kakao

9
×

Medan Dibidik Jadi Gerbang Kerja Sama Belgia, Rico Waas Bahas Transportasi Hijau hingga Kakao

Sebarkan artikel ini

Pertemuan Wali Kota Medan Rico Waas dan Dubes Belgia David Jordens membuka peluang kerja sama di bidang transportasi listrik, pengelolaan sampah, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan kakao Sumatra Utara.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan Duta Besar Belgia untuk Indonesia David Jordens di Balai Kota Medan, Senin (24/8/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

Medan, pelitaharian.id – Peluang kerja sama antara Kota Medan dan Belgia mulai dijajaki lebih luas setelah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan Duta Besar Belgia untuk Indonesia David Jordens di Balai Kota Medan, Senin (24/8/2026).

Informasi tersebut disampaikan Dinas Kominfo Medan terkait Pertemuan tersebut membahas sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan bersama, mulai dari transportasi publik ramah lingkungan, pengelolaan sampah, pendidikan, kesehatan, hingga hilirisasi komoditas unggulan Sumatra Utara.

Rico menempatkan posisi Medan sebagai salah satu pintu masuk utama ke Sumatra sebagai bagian penting dalam membuka hubungan kerja sama dengan mitra internasional.

“Selamat datang di Kota Medan. Medan merupakan ibu kota Provinsi Sumatra Utara sekaligus pintu gerbang internasional di Sumatra,” kata Rico Waas.

Menurut Rico, karakter Medan sebagai kota multikultural dengan keberagaman agama dan budaya menjadi salah satu modal dalam membangun hubungan dengan pihak internasional. Potensi tersebut juga didukung perkembangan ekonomi kreatif dan UMKM.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang untuk menembus pasar internasional adalah produk fesyen berbasis budaya lokal.

” kami terus mengembangkan produk fesyen yang memadukan unsur budaya dengan desain modern. Produk-produk tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan diperkenalkan ke pasar internasional,” ujar Rico Waas.

Di bidang transportasi, Pemko Medan juga tengah mendorong penggunaan kendaraan listrik. Pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) disebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih modern dan berorientasi pada lingkungan.

“Kami sekarang lebih fokus pada bus-bus yang menggunakan listrik. Ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mengembangkan transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan,” lanjutnya.

Persoalan sampah turut menjadi salah satu pembahasan penting. Pemko Medan disebut sedang membenahi tata kelola persampahan, termasuk menjajaki konsep waste to energy yang memungkinkan sampah dikelola sekaligus dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Selain sektor lingkungan dan transportasi, peluang kolaborasi juga dibuka pada bidang pendidikan dan kesehatan. Kedua sektor tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan antara Pemerintah Kota Medan dan Belgia.

Dari pihak Belgia, kunjungan ke Medan memiliki arti khusus bagi David Jordens. Medan menjadi kota pertama di Pulau Sumatra yang secara khusus dikunjunginya setelah resmi memulai masa tugas sebagai Duta Besar Belgia untuk Indonesia pada awal Agustus 2026.

“Saya tertarik mengunjungi Medan karena kota ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang internasional dan akses menuju berbagai wilayah di Sumatra,” ungkapnya.

David juga menyampaikan rencana mengaktifkan kembali Konsul Kehormatan Belgia di Medan. Posisi tersebut sebelumnya sudah ada, namun saat ini tidak aktif.

Menurut David, keberadaan Konsul Kehormatan dapat menjadi salah satu jalur untuk memperkuat hubungan Belgia dengan Medan, termasuk dalam bidang diplomasi, bisnis, serta hubungan antarmasyarakat.

“Konsul Kehormatan di Medan untuk mempermudah jalur diplomasi, bisnis, dan hubungan antarwarga,” tambahnya.

Peluang kerja sama juga mengarah pada komoditas kakao Sumatra Utara. Belgia memiliki pengalaman panjang dalam industri cokelat dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra di Indonesia.

Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan potensi kakao Sumatra Utara, terutama apabila kerja sama diarahkan tidak hanya pada komoditas mentah, tetapi juga pada pengembangan dan hilirisasi produk.

Pertemuan tersebut dengan demikian tidak hanya membahas hubungan diplomatik, tetapi juga membuka sejumlah kemungkinan kerja sama yang bersentuhan langsung dengan sektor strategis Kota Medan dan Sumatra Utara.