Berita Utama & HeadlineFocus

Medan Selayang Juara Umum MTQ ke-59 Kota Medan 2026, Dominasi Prestasi dan Dongkrak Ekonomi UMKM

4
×

Medan Selayang Juara Umum MTQ ke-59 Kota Medan 2026, Dominasi Prestasi dan Dongkrak Ekonomi UMKM

Sebarkan artikel ini

692 peserta ramaikan MTQ Kota Medan, transaksi UMKM tembus Rp590 juta dan 75 kuota beasiswa disiapkan bagi para juara

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan menyerahkan piala bergilir MTQ ke-59 tingkat Kota Medan kepada Camat Medan Selayang Muhammad Husnul Hafis usai Kecamatan Medan Selayang ditetapkan sebagai juara umum di Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu malam (18/4/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist).

Medan, pelitaharian.id – Kecamatan Medan Selayang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-59 tingkat Kota Medan tahun 2026. Keberhasilan ini menegaskan konsistensi Medan Selayang sebagai salah satu kecamatan unggulan dalam pembinaan tilawah dan pengembangan syiar Islam di Kota Medan. Posisi juara kedua diraih Kecamatan Medan Sunggal, sementara peringkat ketiga ditempati Kecamatan Medan Barat.

Penutupan MTQ ke-59 berlangsung khidmat di Jalan Gatot Subroto pada Sabtu (18/4/2026) malam, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah digelar sejak 11 April 2026. Piala bergilir MTQ Kota Medan diserahkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan, kepada Camat Medan Selayang Muhammad Husnul Hafis.

Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan bedug oleh M. Sofyan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dilanjutkan dengan penurunan bendera MTQ. Selanjutnya, bendera diserahkan kepada Kecamatan Medan Petisah yang resmi ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ ke-60 tingkat Kota Medan tahun 2027.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Medan yang dibacakan M. Sofyan, ditegaskan bahwa MTQ bukan hanya sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana strategis membangun karakter generasi muda yang berakhlak, berbudaya, dan mampu memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat multikultural.

“MTQ sejalan dengan misi kita yang menjadikan Medan sebagai kota yang kuat dalam nilai multikultural,” ujar M. Sofyan.

Ia juga menegaskan, penyelenggaraan MTQ memberi dampak lebih luas, tidak hanya dalam aspek religius tetapi juga ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang promosi produktif bagi pelaku usaha lokal melalui stan kreatif yang menampilkan berbagai produk unggulan.

“Saya sudah melihat langsung berbagai stan dan kerajinan, ada yang menampilkan potret dari kopi, makanan khas, kerajinan tas dan produk lainnya yang menunjukkan potensi ekonomi kreatif masyarakat,” kata M. Sofyan.

Secara tidak langsung, Pemerintah Kota Medan mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi pedoman hidup dalam membangun kota yang inklusif, maju, dan harmonis.

M. Sofyan menambahkan, pembangunan Kota Medan harus terus berpijak pada nilai keagamaan dan sosial, dengan sinergi seluruh elemen masyarakat sebagai fondasi menjaga ketertiban di tengah keberagaman.

Selain pengumuman para juara utama, panitia juga menetapkan pemenang kategori stan terbaik dan pawai ta’aruf terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta dan kecamatan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, Agus Maryono, dalam laporannya menyampaikan MTQ ke-59 tahun 2026 diikuti 692 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan, Madrasah Aliyah negeri dan swasta, serta pondok pesantren se-Kota Medan.

Agus mengungkapkan salah satu capaian penting dalam penyelenggaraan tahun ini adalah meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM. Pemko Medan, kata dia, memberikan fasilitas stan gratis kepada pelaku UMKM selama acara berlangsung.

“Total transaksi UMKM selama penyelenggaraan MTQ ke-59 mencapai Rp590.769.000,” ungkap Agus.

Tak hanya itu, para pemenang juga memperoleh peluang pendidikan melalui program beasiswa dari tiga perguruan tinggi di Kota Medan. Agus menjelaskan, total tersedia 75 kuota beasiswa penuh selama delapan semester.

“Tiga perguruan tinggi turut memberikan apresiasi berupa beasiswa pendidikan selama 8 semester bagi para pemenang. Total terdapat 75 kuota beasiswa yang tersedia, di antaranya Universitas Cut Nyak Dhien sebanyak 30 beasiswa, UMSU 30 beasiswa, dan Universitas Panca Budi 15 beasiswa,” jelasnya.

Penyelenggaraan MTQ ke-59 Kota Medan tahun 2026 pun dinilai tidak hanya sukses sebagai ajang syiar Islam, tetapi juga berhasil menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, pendidikan, serta penguatan nilai sosial keagamaan di tengah masyarakat.