Target Ekonomi hingga Kemiskinan
Menjawab Fraksi Gerindra mengenai indikator kesejahteraan masyarakat, Rico menyebut Pemko Medan telah menetapkan sejumlah target makro pembangunan yang mengacu pada RPJMD 2025–2029 dan RKPD Perubahan 2026.
Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada kisaran 5,2 hingga 5,7 persen. IPM ditargetkan meningkat menjadi 83,02 hingga 83,34 poin.
Tingkat kemiskinan ditargetkan ditekan menjadi 7,0 hingga 7,5 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditargetkan turun menjadi 7,85 persen.
Untuk ketimpangan, Rasio Gini ditargetkan berada pada kisaran 0,359 hingga 0,369. Sementara inflasi ditargetkan tetap terkendali pada rentang 2,0 hingga 3,4 persen.
Rico menegaskan bahwa peningkatan anggaran tidak cukup hanya diukur dari besarnya realisasi belanja. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan agar tambahan anggaran menghasilkan output dan outcome yang terukur.
“Setiap perubahan dan tambahan anggaran harus didasarkan pada alasan yang jelas, target terukur, serta memberikan manfaat nyata,” tegas Rico Waas.
Medan Satu Data Diperkuat
Dalam tanggapannya, Rico turut menyampaikan komitmen Pemko Medan dalam penerapan Medan Satu Data.
Tata kelola data tersebut mengacu pada Perpres Nomor 39 Tahun 2019 dan Perwal Nomor 31 Tahun 2021. Penerapannya mencakup standar data, metadata baku, daftar data prioritas serta satu portal data terintegrasi.
Dengan demikian, perubahan APBD 2026 tidak hanya diarahkan untuk membiayai program prioritas, tetapi juga mendukung penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis data.












