Langkah Teknis dan Administratif
Ardian menambahkan, strategi lain yang ditempuh adalah penggantian meter air kadaluarsa, rehab pipa rusak, serta verifikasi meter produksi. Tindakan rutin seperti patroli pipa bocor dan evaluasi pemakaian air pelanggan juga diperkuat.
“Kerja tim pengecekan ulang pemakaian air pelanggan perlu dimaksimalkan dengan melibatkan tim PKA di setiap cabang,” ujarnya.
Ia menekankan, tingkat kehilangan air per Agustus 2025 yang mencapai 38 persen harus terus ditekan secara serius. “Semoga angka ini bisa terus menurun setiap tahunnya,” ucap Ardian.
Penindakan Sambungan Ilegal
Ardian juga membeberkan salah satu penyebab utama terjadinya losses adalah sambungan liar (illegal connection), yakni pipa yang disambung langsung dari distribusi tanpa melalui meteran.
“Tirtanadi saat ini sedang gencar menekan losses akibat sambungan ilegal melalui tim di masing-masing cabang. Jika ditemukan dan terbukti, pelanggan yang melakukan sambungan pipa secara ilegal akan dibawa ke jalur hukum,” tegasnya.
Data Produksi dan Laba Perusahaan
Perumda Tirtanadi saat ini memiliki 20 cabang pelayanan, terdiri atas zona 1 (14 cabang di Kota Medan, termasuk Sibolangit dan Berastagi) dan zona 2 (6 cabang di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara). Hingga September 2025, jumlah pelanggan mencapai 524.283 pelanggan.
Dari 22 Instalasi Pengolahan Air (IPA) di seluruh zona, total produksi air pada September 2025 mencapai 20.817.666 m³ (8.091 liter/detik) dengan total pendapatan sebesar Rp669 miliar lebih dan biaya operasional Rp582 miliar lebih.
Dengan demikian, laba sebelum pajak hingga Triwulan III 2025 tercatat sekitar Rp87 miliar lebih.
“Tirtanadi juga telah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemprovsu tahun 2024 sebesar Rp35 miliar,” ungkap Ardian yang juga menjabat Ketua PD Perpamsi Sumut.












