Secara umum, para pembicara menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh, realistis sebesar 2,8% pada tahun 2021. Sektor aluminium berada pada posisi moderat, tetap bagus walau laba turun, diwakili sektor otomotif yang akan tumbuh secara bertahap dan recovery secara baik pada tahun 2022.
Selain itu, permintaan aluminium juga diproyeksi mengalami peningkatan. Permintaan aluminium China jdipaparkan tumbuh 1,8% (>0,66 ton) pada tahun 2020 dan kembali tumbuh 4,5% (>1,66 ton) pada tahun 2021. Sementara itu, pemintaan aluminium ex. China (diluar China) turun 13,1% (3,7 ton) pada tahun 2020 dan akan tumbuh sebesar 10,2% (2,5 ton) pada tahun 2021. Dengan prediksi LME 3 Bulanan akan mencapai $1828/t pada tahun 2021.
Sesi webinar kemudian ditutup dengan tanggapan dari para pelaku pasar yakni Ir. Feri Hendriyanto selaku Direktur Pengembangan Bisnis & Quality, Safety, Health & Environment PT Waskita Karya (Persero) mewakili sektor konstruksi dan Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum GAIKINDO dari sektor automotif. (gus)













