Dari sisi anggaran, Pemko Medan mengalokasikan dana sebesar Rp2,9 miliar yang bersumber dari APBD. Nilai tersebut disebut lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap difokuskan untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Anggaran ini kembali untuk masyarakat. Manfaatnya untuk ruang berkumpul, penguatan UMKM, dan menjaga kekhasan Ramadan Fair di Kota Medan,” jelasnya.
Selain menghadirkan ragam kuliner dan produk UMKM, Ramadan Fair juga diisi dengan kegiatan bernuansa religi, seperti peringatan Nuzulul Quran, tausiyah, serta perlombaan tahfiz Al-Qur’an. Kehadiran artis religi turut menambah semarak acara, dengan Haddad Alwi tampil pada pembukaan dan Alfin Habib pada penutupan.
Di penghujung keterangannya, Rico Waas mengimbau masyarakat untuk turut meramaikan kegiatan tersebut dengan tetap menjaga ketertiban serta kekhusyukan ibadah selama Ramadan.
“Silakan datang bersama keluarga dan teman-teman. Tetap jaga kebersihan, tertib berlalu lintas, dan yang paling penting tetap menjaga kekhusyukan ibadah selama bulan Ramadan,” pesannya.
Pemerintah berharap, Ramadan Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi lokal serta mempererat kebersamaan masyarakat Kota Medan.













