“Kesejahteraan pekerja dan produktivitas nasional adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Kita harus menciptakan ekosistem yang sehat, di mana pengusaha dan pekerja bisa saling menghargai. Jika pekerja sejahtera, hasil kerjanya tentu lebih maksimal,” ujar Rico dalam sambutannya.
Rico juga mengingatkan soal tantangan di era industri 4.0, di mana ancaman otomatisasi dan robotisasi mulai merebak. Namun, menurutnya, semangat pekerja tetap menjadi kekuatan yang tak tergantikan.
“Robot mungkin bisa bekerja, tapi semangat, rasa, dan ketulusan tangan-tangan para buruh ini yang membangun kota ini tak akan pernah bisa digantikan,” tegas Rico.
Ia pun berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dengan para buruh. “Pemerintah harus selalu mendengar suara buruh. Jangan pernah takut menyampaikan aspirasi. Kami ingin tahu apa yang menjadi keluh kesah kalian,” tandasnya.
Tak hanya berisi orasi, acara tersebut juga diwarnai kegiatan sosial berupa penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris buruh, pemberian paket sembako, hingga pembagian hadiah lucky draw bagi peserta yang beruntung. Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Medan yang menunjukkan dukungan penuh terhadap perjuangan kaum pekerja.












