“Saya tidak ingin mendengar lagi ada pasien ditolak saat kondisi darurat. Terima dulu, beri pertolongan, urusan administrasi bisa menyusul,” ujar Rico dengan nada serius, menyoroti pentingnya aspek kemanusiaan dalam layanan medis.
Rico juga meminta seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, tidak hanya mengejar profit, tetapi juga berkomitmen terhadap kualitas dan tanggung jawab sosial. Ia bahkan mendorong rumah sakit agar memiliki spesialisasi dan labelisasi—seperti rumah sakit khusus jantung, kanker, stroke, dan medical check-up—untuk meningkatkan kepercayaan publik.
“Kalau rumah sakit kita punya label spesialis dengan jaminan pelayanan terbaik, warga tak perlu lagi berobat ke luar negeri,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya integrasi layanan ambulans agar sistem rujukan dan respon medis bisa berjalan cepat dan efisien.
Sementara itu, Kepala Brida Kota Medan, Mansursyah, menjelaskan bahwa seminar ini adalah bagian dari penelitian ilmiah yang akan dijadikan dasar pengambilan kebijakan. Proyek ini akan berjalan selama tiga bulan, mulai Juni hingga September 2025.












