Politik & Pemerintahan

Rico Waas Soroti Solusi Digital untuk Pedagang Pasar Tradisional di Debat Publik Pilkada Medan

18
×

Rico Waas Soroti Solusi Digital untuk Pedagang Pasar Tradisional di Debat Publik Pilkada Medan

Sebarkan artikel ini
Suasana debat publik pertama kandidat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada Jumat malam (8/11/2024) di Four Point by Sheraton, Jalan Gatot Subroto Medan. (pelitaharian.id/Foto: ist).

MEDAN, pelitaharian.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan akan menggelar debat publik pertama bagi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada Jumat malam (8/11/2024) di Four Points by Sheraton, Jalan Gatot Subroto Medan. Debat yang mengangkat tema besar “Mensejahterakan Masyarakat dan Pembangunan Daerah Kota Medan” ini akan diisi oleh sejumlah panelis ahli, seperti Prof. Kusbianto (Mantan Rektor Universitas Darmawangsa), Assoc. Prof. Zainuddin (Dosen FH UMSU), Faisal Marawa (Dosen FISIP USU), Truli Okto Purba (Jurnalis), dan Agussyah R. Damanik (Mantan Ketua KPU Medan).

Tiga pasangan calon yang akan bersaing dalam debat ini adalah:

Nomor urut 1: Rico Tri Putra Bayu Waas dan Zakiyuddin Harahap

Nomor urut 2: Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani

Nomor urut 3: Hidayatullah dan Ahmad Yasyir Ridho Loebis

Salah satu isu utama yang menarik perhatian dalam debat ini adalah tantangan yang dihadapi oleh pedagang pasar tradisional di Medan akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi. Mengingat dampak negatif yang timbul, pasangan calon nomor urut 1, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap, berkomitmen untuk membantu pedagang pasar tradisional agar bisa bertahan dan berkembang di era digital ini.

Rico Waas menegaskan, “Benar bahwa digitalisasi membuat banyak pedagang pasar tradisional tak mampu bertahan. Belum meratanya digitalisasi yang terjadi, tapi kami akan berikan pelatihan kepada pedagang agar lebih ‘melek’ digital sehingga bisa berjualan secara hybrid.” Ia menambahkan bahwa salah satu langkah strategis yang akan mereka ambil adalah dengan melakukan economic forecasting untuk memprediksi kondisi ekonomi masa depan melalui analisis data, guna membantu pedagang agar lebih siap bersaing di pasar yang semakin digital.

Lebih lanjut, pasangan ini berencana untuk menyediakan pelatihan dan edukasi bagi para pedagang pasar tradisional agar mereka dapat memanfaatkan platform marketplace online guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk mereka. “Kami ingin para pedagang bisa memasarkan produknya ke marketplace (platform online), sehingga produk-produk mereka bisa lebih dilirik. Inilah yang akan kami lakukan untuk mendorong para pedagang pasar tradisional menjadi lebih maju dan bersaing,” ujar Rico Waas.

Debat ini tidak hanya menjadi ajang bagi para calon untuk memperkenalkan visi dan misi mereka, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan solusi konkret terhadap tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Medan, terutama para pelaku usaha kecil, seperti pedagang pasar tradisional, yang berjuang untuk beradaptasi dengan era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *