Namun yang mengejutkan, aksi demonstrasi yang semula direncanakan oleh kelompok aktivis dan mahasiswa di kantor Kecamatan Medan Polonia pada Selasa, 22 April 2025, mendadak dibatalkan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, seolah-olah ada intervensi yang memengaruhi keputusan tersebut.
“Iya benar, aksi tersebut dibatalkan,” kata Ipda Sitanggang, Perwira Pengawas yang bertugas, saat dikonfirmasi mengenai rencana unjuk rasa tersebut.
Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah kota dalam membongkar dugaan korupsi ini dan berharap tak ada kekuatan tersembunyi yang bisa membungkam kebenaran.
Sebelumnya, pada Rabu, 16 April 2025, terungkap bahwa diduga sejumlah petugas lapangan kebersihan becak diminta menandatangani surat pernyataan bahwa mereka telah menerima dana BBM dari Juli 2024 hingga Maret 2025, padahal sebagian besar dari mereka mengaku belum pernah mendapatkannya.
Pekerja pengangkut sampah dari Kelurahan Bestari, yang meminta identitasnya dirahasiakan, membongkar fakta mengejutkan. Ia mengaku baru menerima dana BBM pada April 2025.
“Karena sudah viral, saya baru terima uang BBM di bulan April 2025. Diterima Rp1.800.000 untuk Januari sampai Maret 2025. Kalau dihitung memang Rp600.000 per bulan. Tapi sebelum itu, saya nggak pernah dapat, cuma bisa ngutang buat beli bensin,” ungkapnya kepada wartawan.













