Politik & Pemerintahan

Ramadan Fair Medan 2026 Resmi Bergulir, Pemko Dorong UMKM Tampil dan Dongkrak Ekonomi Warga

21
×

Ramadan Fair Medan 2026 Resmi Bergulir, Pemko Dorong UMKM Tampil dan Dongkrak Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

Digelar 20 Hari di Kawasan Masjid Raya Al Mashun, 150 Tenan UMKM Hadir Meriahkan Agenda Ikonik Kota

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan penjelasan kepada awak media terkait pelaksanaan Ramadan Fair saat wawancara langsung di Rumah Dinas Wali Kota Medan. Senin (2/3/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

MEDAN, pelitaharian.id – Pemerintah Kota Medan kembali menghadirkan Ramadan Fair 2026 sebagai ruang interaksi sosial sekaligus penguatan ekonomi masyarakat selama bulan suci. Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin ini dinilai efektif dalam menggerakkan sektor UMKM dan mempererat kebersamaan warga.

Pelaksanaan Ramadan Fair tahun ini berlangsung selama 20 hari, mulai 25 Februari hingga 16 Maret 2026, dengan melibatkan 150 pelaku UMKM yang telah melalui tahap seleksi oleh Pemko Medan. Kurasi tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas produk yang dipasarkan kepada pengunjung.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menilai keberadaan Ramadan Fair tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi telah menjadi ciri khas kota yang melekat di tengah masyarakat selama lebih dari dua dekade.

“Ramadan Fair ini sudah menjadi bagian dari identitas Kota Medan. Setiap tahun selalu dipadati pengunjung karena menjadi tempat berkumpul keluarga dan masyarakat, baik menjelang berbuka puasa maupun setelah salat tarawih,” ujar Rico Waas saat wawancara live bersama Kompas TV di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, momentum Ramadan menjadi peluang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memberikan ruang promosi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Potensi ekonomi UMKM sangat besar, terutama dalam momentum seperti Ramadan Fair. Ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Rico Waas didampingi sejumlah pejabat Pemko Medan, di antaranya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Citra Effendi Capah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, serta Plt Kadis Perhubungan Suriono.

Ramadan Fair kembali dipusatkan di kawasan Masjid Raya Al Mashun Medan, lokasi yang secara konsisten digunakan setiap tahun. Pemanfaatan sebagian badan jalan di sekitar area kegiatan turut diantisipasi dengan rekayasa lalu lintas oleh Dinas Perhubungan guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Menurut Rico Waas, masyarakat umumnya telah terbiasa dengan pengalihan arus selama Ramadan Fair berlangsung, sehingga diharapkan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Dari sisi anggaran, Pemko Medan mengalokasikan dana sebesar Rp2,9 miliar yang bersumber dari APBD. Nilai tersebut disebut lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap difokuskan untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Anggaran ini kembali untuk masyarakat. Manfaatnya untuk ruang berkumpul, penguatan UMKM, dan menjaga kekhasan Ramadan Fair di Kota Medan,” jelasnya.

Selain menghadirkan ragam kuliner dan produk UMKM, Ramadan Fair juga diisi dengan kegiatan bernuansa religi, seperti peringatan Nuzulul Quran, tausiyah, serta perlombaan tahfiz Al-Qur’an. Kehadiran artis religi turut menambah semarak acara, dengan Haddad Alwi tampil pada pembukaan dan Alfin Habib pada penutupan.

Di penghujung keterangannya, Rico Waas mengimbau masyarakat untuk turut meramaikan kegiatan tersebut dengan tetap menjaga ketertiban serta kekhusyukan ibadah selama Ramadan.

“Silakan datang bersama keluarga dan teman-teman. Tetap jaga kebersihan, tertib berlalu lintas, dan yang paling penting tetap menjaga kekhusyukan ibadah selama bulan Ramadan,” pesannya.

Pemerintah berharap, Ramadan Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi lokal serta mempererat kebersamaan masyarakat Kota Medan.