Berita Utama & Headline

Dugaan Narkoba di Rutan Tanjung Gusta Kembali Disorot, Pengakuan Pengunjung Tahanan Tuai Perhatian

9
×

Dugaan Narkoba di Rutan Tanjung Gusta Kembali Disorot, Pengakuan Pengunjung Tahanan Tuai Perhatian

Sebarkan artikel ini

Humas Rutan Kelas I Medan Minta Bukti atas Informasi yang Disampaikan Seorang Ibu Usai Menjenguk Anak di Dalam Tahanan

Tampak suasana gedung Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan atau Rutan Tanjung Gusta di Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. (pelitaharian.id/Foto: Ist)

DELI SERDANG, pelitaharian.id – Dugaan peredaran narkoba di lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan atau Rutan Tanjung Gusta kembali menjadi perhatian setelah muncul pengakuan seorang pengunjung tahanan yang mengaku mendengar keluhan dari anaknya di dalam rutan.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (17/5/2026). Saat itu, tim media yang berada di sekitar lokasi mendapati seorang ibu berinisial RT terlihat menangis usai keluar dari area kunjungan tahanan.

Ketika didekati wartawan, perempuan tersebut mengaku baru selesai menjenguk anaknya yang sedang menjalani masa tahanan di Rutan Tanjung Gusta.

“Selamat siang ibu, kenapa ibu menangis? Ibu dari mana?” tanya tim media kepada RT.

Dengan nada pelan, RT mengaku sedih setelah mendengar cerita anaknya selama berada di dalam rumah tahanan.

“Saya baru menjenguk anak saya di dalam,” ujarnya.

Dalam percakapan itu, RT menyebut anaknya merasa khawatir akibat adanya dugaan narkoba di dalam lingkungan tahanan dan takut terkena dampak saat razia dilakukan petugas.

“Anak saya mengeluh karena ada narkoba di dalam. Karena sering razia dia takut kena imbasnya. Anak saya rajin salat di dalam karena dia mau bebas,” katanya.

RT juga menyampaikan sejumlah nama yang menurut pengakuannya berkaitan dengan informasi tersebut. Namun demikian, informasi yang disampaikan masih bersifat sepihak dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Katanya dari kamtib keamanan. Nama kamtib-nya Sulaiman dan Gogo, dia kamtib bapak Kadipa Agung,” ucap RT.

Kepada wartawan, RT mengaku dirinya merupakan warga kawasan Tembung, Kabupaten Deli Serdang.

Rekaman percakapan antara RT dan tim media kemudian diteruskan kepada redaksi sebagai bahan pendalaman informasi dan proses konfirmasi kepada pihak terkait.

Dalam upaya memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, wartawan melakukan konfirmasi kepada humas Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu (20/5/2026).

Saat dihubungi, pihak humas meminta agar penjelasan dikirim melalui pesan tertulis karena mengalami kendala membuka file audio yang dikirim wartawan.

“WA aja pak, ga bisa kirim audio, HP ini ga bisa dibuka suara audio,” tulis humas rutan.

Wartawan lalu mengirimkan isi transkrip percakapan guna meminta tanggapan resmi terkait pengakuan yang disampaikan RT.

Menanggapi hal itu, pihak humas mempertanyakan dasar bukti dari dugaan yang disampaikan dalam percakapan tersebut.

“Buktinya ada pak?” tulis humas rutan.

Media kemudian menjelaskan bahwa rekaman suara percakapan dimaksud dijadikan dasar untuk melakukan konfirmasi demi menjaga keberimbangan informasi sebelum berita dipublikasikan.

“Rekaman suara itu pak. Makanya kami konfirmasi ke orang bapak agar berimbang pak,” jawab wartawan.

Dalam balasannya, humas rutan menegaskan bahwa nama yang disebut dalam percakapan tidak dikenal di lingkungan Rutan Kelas I Medan.

“Bukti yg dia blg lho pak, jgn cuma omongan aja. Semua bisa berbahasa bgini, tp bukti tidak ada. Nama Sulaiman dan Gogo tdk ada. Terimakasih infonya ya pak, semoga kta bisa berkawan,” tulis humas rutan.

Wartawan kemudian menanggapi dengan menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi antara media dan lembaga pemasyarakatan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat diklarifikasi secara terbuka.

“Kalau berkawan ya semuanya kita kawani pak. Bukalah pintu akses komunikasi yang baik dan seluas-luasnya pak,” balas wartawan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti resmi ataupun pernyataan aparat penegak hukum yang membenarkan adanya praktik peredaran narkoba di dalam Rutan Tanjung Gusta. Seluruh informasi yang berkembang masih dalam tahap konfirmasi dan penelusuran lebih lanjut.