Medan, pelitaharian.id – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, menerima kunjungan Kuliah Kerja Profesi (KKP) peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (19/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi forum diskusi mengenai penguatan ketahanan pangan dan upaya menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.
Rombongan dipimpin Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto bersama para Serdik Sespimmen Polri. Dalam kegiatan tersebut diangkat tema “Optimalisasi Penguatan Satgas Pangan Polri guna Menstabilkan Harga Bahan Pokok dalam Rangka Terwujudnya Ekonomi Inklusif Masyarakat.”
Menurut Wong Chun Sen, tema yang diusung sangat relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Ia menilai pengendalian harga kebutuhan pokok merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas perekonomian daerah.
Dalam sambutannya, Wong menyampaikan apresiasi atas dipilihnya DPRD Kota Medan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKP Serdik Sespimmen Polri. Ia berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, dan institusi kepolisian.
Wong menjelaskan, DPRD Kota Medan memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang berkaitan erat dengan berbagai kebijakan di sektor pangan. Oleh karena itu, pihaknya mendukung berbagai langkah strategis Satgas Pangan Polri dalam mengawasi distribusi serta menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran.
“Peran Satgas Pangan sangat penting untuk mengendalikan fluktuasi harga, menindak praktik penimbunan barang, dan memastikan distribusi pangan berjalan baik sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” ujar Wong.
Ia menilai keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Menurutnya, sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Medan, aparat kepolisian, serta seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pengawasan distribusi bahan pangan berjalan lebih efektif.
Selain pengawasan distribusi, Wong juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan stok kebutuhan pokok. Ia menilai kecukupan pasokan menjadi faktor utama dalam menghindari lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Untuk menjaga harga tetap wajar, yang paling penting adalah memastikan stok tidak habis. Kalau persediaan aman, pedagang tidak panik dan konsumen juga merasa tenang,” katanya.
Ia juga mendorong Polrestabes Medan bersama Pemerintah Kota Medan agar rutin melakukan pemantauan kondisi pasar, mulai dari distribusi bahan pangan hingga fasilitas pendukung aktivitas perdagangan. Menurutnya, pasar yang tertata dengan baik akan menciptakan rasa aman bagi pedagang maupun masyarakat.
“Koordinasi dengan Pemko sangat penting, mulai dari mengecek distribusi pangan hingga kondisi sarana dan prasarana pasar. Dengan begitu masyarakat merasa aman, dan aktivitas ekonomi bisa berjalan lancar,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wong mengajak para peserta Serdik Sespimmen Polri memanfaatkan kegiatan KKP sebagai wadah bertukar gagasan dan menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan di daerah.
Ia menegaskan DPRD Kota Medan siap menjadi mitra strategis dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga.
“Kami berharap para peserta Serdik dapat menggali berbagai persoalan di lapangan dan menghasilkan rekomendasi yang konkret serta inovatif demi mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan, di antaranya perwakilan Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Kota Medan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sekretariat DPRD Kota Medan, serta Erisda Hutasoit.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai tantangan pengawasan pangan, pengendalian harga kebutuhan pokok, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. DPRD Kota Medan berharap hasil kunjungan tersebut dapat melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan ekonomi inklusif serta stabilitas pangan di Kota Medan.












