Medan, pelitaharian.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Medan Bukhari meminta pemerintah kota serius membenahi Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo usai terjadinya kematian empat ekor harimau dalam tiga bulan terakhir.
“Kami meminta kepada Pemko Medan untuk lebih serius memperhatikan Medan Zoo yang sekarang ini kondisinya semakin memprihatinkan,” ucap Bukhari di Medan, Selasa (30/1).
Ia mengaku malu sebagai warga Kota Medan dengan salah satu kota terbesar di Indonesia memiliki APBD Kota Medan sebesar Rp8,02 triliun lebih tahun ini, namun salah satu BUMD yakni PUD Pembangunan sebagai pengelola “Medan Zoo” dengan satwa yang tersisa sekitar 115 ekor di lahan seluas 10 hektar dari total 30 hektar, belum mampu.
Tercatat empat ekor harimau mati di Medan Zoo, masing-masing dua ekor harimau sumatera bernama Erha pada 3 November 2023 dan Nurhaliza pada 31 Desember 2023.
Kemudian dua ekor harimau benggala atas nama Avatar pada 3 Desember 2023, dan Wesa berusia sekitar 19 tahun pada 22 Januari 2024.
“APBD cukup besar, tidak mampu mengelola Medan Zoo sebagai salah satu objek wisata di Kota Medan yang seharusnya bisa menjadi kebanggaan kita,” ungkap dia.












