Menurutnya, keberadaan ODGJ selama ini masih sering terpinggirkan dan membutuhkan perhatian bersama agar mereka tidak merasa dijauhi. Aulia juga menekankan bahwa Pemko Medan siap mendukung pengembangan usaha produktif bagi ODGJ, termasuk bantuan alat usaha maupun dukungan lainnya. “Apalagi dalam program ini ODGJ diajarkan untuk memiliki peluang usaha, tentunya Pemko Medan dapat berperan dengan memberikan bantuan baik itu alat untuk usaha maupun bantuan lainnya,” tambah Aulia, berharap program ini dapat menjadi bagian dari program Pemerintah Kota.
Sementara itu, Veronika Surbakti, Project Manager Yayasan Nurani Luhur Masyarakat, menjelaskan bahwa program ini hadir karena ODGJ sering dianggap sebagai aib oleh sebagian masyarakat. Yayasan Nurani Luhur, kata Veronika, berupaya merangkul ODGJ dan mengajak seluruh pihak untuk turut serta dalam penanggulangan kesehatan jiwa di masyarakat.
“Melalui program ini teman-teman ODGJ dapat diterima dengan baik di keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. Selain itu stigma penilaian terhadap mereka harus turun,” jelasnya.
Ia melanjutkan, program ini juga mengajak ODGJ untuk menjadi produktif melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube), sehingga mereka dapat mandiri. “Tujuan kita adalah memanusiakan manusia. Program ini bukan milik kita tetapi milik bersama, sebab hakikatnya manusia harus dihargai,” ucap Veronika.












