Bagi mendiang, pelayanan nomor satu sedangkan kesehatan nomor dua. Beliau sosok yang tidak mengenal lelah. Setiap ada waktu luang tetap mengajak dirinya ke lokasi perladangan pengungsian, untuk berdoa bagi jemaat yang membutuhkan.
“Beliau tidak pernah berkeluh kesah di depan keluarga, seberat apapun tugas yang ia emban, sebesar apapun permasalahan yang sedang ia alami, ia tidak pernah menunjukkan hal itu di depan keluarga. Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur hanya itu saja yang selalu beliau tekankan kepada saya dan anak-anak,” sebutnya. (al)












