Kemudian terkait wacana belajar mengajar tatap muka menurut Kadis Kesehatan nanti akan dipertimbangkan daerah dan ke Provinsi Sumut, mulai dari kesehatan. Tapi sebenarnya Batubara sudah mulai belajar tatap muka itu, dan tidak bisa semua sama, kita liat keadaannya. Di kota mungkin barangkali masyarakatnya sudah memiliki teknologi yang baik, punya HP dan masyarakat lebih tertib anak-anaknya lebih terdidik.
“Kalau kita disini anak-anak libur sekolah ikut nelayan sana ikut membantu maknya melaut bukan belajar. Tapi kalau di kota-kota dengan Android dengan hati yang dimiliki anak-anak dibantu orang tua bisa belajar di rumah, tapi kalau kita di kampung-kampung kan itu yang agak menjadi hambatan kita”,ujar Kadis.
“Ada klaster daerah-daerah yang tidak bisa semua disamaratakan lokasi sekolahnya, nggak boleh begitu. Sekolah bisa dilakukan tapi ganti-gantian gitu dengan tetap melakukan protokol kesehatan, kalau kapasitas ruangan kelas itu 40 orang, yang hanya boleh 20 orang, ditukar tukar begitu. Sebab hasil virtual kita dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Dinas Pendidikan provinsi kemungkinan proses belajar mengajar tatap muka masih diundur sampai Februari 2021,”terang drg Wahid. (gus)












