“Bukankah proses perubahan nama Ibrahim Sinik bisa menjadi acuan untuk perubahan nama jalan Sekip ini. Jadi saya berharap, di pertemuan berikutnya Kabag Tapem Pemko Medan sudah menerbitkan SK Tim Akademisi tersebut,” pintanya.
Renville P Napitupulu (PSI) juga menambahkan, bahwa akar sejarah merupakan faktor yang sangat penting atas perubahan nama jalan tersebut. “Harus ada pihak yang bisa menjelaskan apa makna dari jalan Sekip. Sebab, perubahan nama jalan tersebut nantinya berpengaruh kepada alamat kependudukan masyarakat sekitar. Dan ini membutuhkan kajian lebih dalam lagi,” terangnya.
Kembali Paul menyebut, informasi yang dilihatnya dari Google bahwa arti nama dari jalan Sekip itu adalah “Sasaran Tembak”.
“Kan lebih baik jalan Sekip itu diganti dengan nama seorang tokoh yang semasa hidupnya banyak membantu masyarakat miskin di kota Medan ini,” tandasnya.
Antonius D Tumanggor (NasDem), dikesempatan ini juga menambahkan, bahwa masyarakat seputaran jalan Sekip dihadapan pihak Kelurahan dan Kecamatan mengatakan setuju sudah menyetujui atas perubahan nama jalan tersebut.
“Surat rekomendasi yang terbaru dari Walikota Medan Bobby Nasution juga ada. Jadi tinggal sikap tegas Kabag Tapem aja sekarang, setuju atau tak setuju,” tegas Sekjen IPK Sumut ini.












