Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Helena Rugun Nauli Nainggolan mengakui penderita gizi kronis di daerah ini sebanyak 555 orang balita.
“Ternyata pada bulan penimbangan di Posyandu pada Februari 2022 ditemukan 555 balita stunting,” katanya.
Namun, lanjut dia, dari data survei status gizi balita Indonesia (SSGBI) 2021, prevalensi stunting pada tahun lalu masih berada di angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita.
Berdasarkan data SSGI 2021 itu, prevalensi stunting Kota Medan pada angka 19,9 persen atau 23.725 balita gizi kronis di daerah ini.
Penulis: Arya
Editor: Cut Riri













