RT juga menyampaikan sejumlah nama yang menurut pengakuannya berkaitan dengan informasi tersebut. Namun demikian, informasi yang disampaikan masih bersifat sepihak dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Katanya dari kamtib keamanan. Nama kamtib-nya Sulaiman dan Gogo, dia kamtib bapak Kadipa Agung,” ucap RT.
Kepada wartawan, RT mengaku dirinya merupakan warga kawasan Tembung, Kabupaten Deli Serdang.
Rekaman percakapan antara RT dan tim media kemudian diteruskan kepada redaksi sebagai bahan pendalaman informasi dan proses konfirmasi kepada pihak terkait.
Dalam upaya memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, wartawan melakukan konfirmasi kepada humas Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu (20/5/2026).
Saat dihubungi, pihak humas meminta agar penjelasan dikirim melalui pesan tertulis karena mengalami kendala membuka file audio yang dikirim wartawan.
“WA aja pak, ga bisa kirim audio, HP ini ga bisa dibuka suara audio,” tulis humas rutan.
Wartawan lalu mengirimkan isi transkrip percakapan guna meminta tanggapan resmi terkait pengakuan yang disampaikan RT.
Menanggapi hal itu, pihak humas mempertanyakan dasar bukti dari dugaan yang disampaikan dalam percakapan tersebut.













