Medan, pelitaharian.id – Kota Medan berhasil mencatatkan peningkatan signifikan dalam Indeks Pembangunan Statistik (IPS) 2024, naik menjadi 2,94 dari sebelumnya 2,2 di tahun 2023. Prestasi ini menempatkan Medan sebagai kota dengan IPS tertinggi di Sumatera Utara, meningkat dari predikat “Cukup” menjadi “Baik.” Kenaikan IPS ini menandakan kualitas penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI) di Kota Medan semakin terdepan, baik di tingkat kementerian, lembaga, maupun pemerintahan daerah.
Pengumuman ini disampaikan dalam acara Anugerah Hari Statistik Nasional yang digelar pada Kamis (26/9/2024) di Hotel Grand Mercure, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta jajaran BPS dari seluruh Indonesia. Selain itu, turut hadir Wali Data dari 5 provinsi, 63 kabupaten, dan 25 kota yang mendapatkan predikat “Baik,” termasuk Medan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan, Arrahmaan Pane, yang diwakili oleh Kabid Statistik dan Informasi Publik Rizka Firdahlia, menjelaskan bahwa IPS adalah ukuran yang menggambarkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di seluruh instansi pemerintah. “IPS yang diraih Kota Medan tahun ini adalah hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh BPS, mulai dari tingkat daerah hingga pleno pusat,” ujar Rizka.
Rizka mengungkapkan, peningkatan ini tidak lepas dari kerja sama antara berbagai pihak, termasuk Dinas Kominfo Medan sebagai Wali Data, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan sebagai Ketua Forum Satu Data Indonesia Kota Medan, serta BPS sebagai pembina data. “Kolaborasi yang kuat inilah yang membuat kita mampu meningkatkan IPS Kota Medan dan kembali menjadi yang tertinggi di Sumut,” tambah Rizka.
Pada tahun 2024, penilaian sampel untuk Kota Medan melibatkan Badan Keuangan dan Aset Daerah melalui Survei Standar Satuan Harga, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan dengan Analisis Konsumsi Pangan Masyarakat. “Kesiapan perangkat daerah ini sangat mendukung kenaikan IPS kita tahun ini,” jelas Rizka. Ia juga menambahkan, Medan dan Gunungsitoli adalah satu-satunya wali data dari Sumut yang diundang ke ajang Anugerah Statistik Nasional.
Rizka juga menyebutkan, tahun depan Pemko Medan akan mengajukan sampel baru dari perangkat daerah lainnya. Dinas Kominfo Medan bersama Bappeda dan BPS akan menjaring perangkat yang memiliki kegiatan statistik untuk diajukan sebagai bagian dari penilaian.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya menekankan pentingnya data statistik dalam perumusan kebijakan dan pembangunan. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus berbasis data agar tidak asal-asalan. “Data yang valid adalah kunci pembangunan. Statistik sektoral menjadi urusan wajib pemerintah daerah dan harus dianggarkan melalui APBD,” tegas Tito.












