Di era digitalisasi seperti sekarang, Rico menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an jangan sampai pudar dalam kehidupan. Justru, teknologi harus dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
“Saat ini, membaca Al-Qur’an semakin mudah dengan bantuan gadget. Pemko Medan berkomitmen untuk terus mensyiarkan Al-Qur’an dalam berbagai kegiatan Islami, termasuk Ramadan Fair XIX,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta saling merangkul dalam membangun Kota Medan yang penuh keberkahan.
Sementara itu, Dai Hilman Fauzi dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Malam Nuzulul Qur’an adalah momen istimewa karena menjadi malam turunnya Al-Qur’an. Ia mengajak umat Islam untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat malam, i’tikaf, serta berdoa dan beristighfar.
“Malam Nuzulul Qur’an adalah malam yang mulia. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperkokoh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Hilman Fauzi.
Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan turut mendukung acara ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan peringatan Malam Nuzulul Qur’an sejalan dengan visi menjadikan Medan sebagai Kota Religius yang penuh keberkahan.












