
CEO EGA Abdulnasser bin Kalban mengatakan: “Kesepakatan ini semakin memperdalam kerja sama kami dengan INALUM, yang didasarkan pada potensi penggunaan teknologi EGA di sejumlah proyek pembangunan di Indonesia. Tujuan kami adalah untuk mengembangkan posisi kami sebagai penyedia teknologi pilihan di industri kami, mengembangkan aliran pendapatan untuk EGA dari lisensi teknologi dan kemungkinan peluang lebih lanjut, sambil memperkuat hubungan antara kedua negara kami.”
Dalam salah satu poin kesepahaman disebutkan bahwa INALUM dan EGA akan melakukan feasibility study dalam hal penggunaan teknologi EGA di Smelter INALUM Kuala Tanjung Sumatera Utara dalam rangka peningkatan produksi hingga 400.000 ton per tahun. Perjanjian juga menyebutkan tentang penjajakan dalam segi investasi EGA di INALUM dalam rangka peningkatan value chain industri aluminium. Diharapkan pula kesepahaman ini bisa mengeksplorasi potensi-potensi baru dalam sektor industri pengolahan aluminium yang belum dikembangkan di Indonesia.
EGA sebagai sebuah perusahaan peleburan dan pengolahan aluminium kelas dunia selama 25 tahun di UEA telah melakukan pengembangan teknologi secara mandiri dalam hal peleburan aluminium. Pengembangan teknologi ini telah menjadikan EGA sebagai salah satu perusahaan peleburan dan pengolahan aluminium terbesar di dunia.













