Padahal, ungkapnya, sungai yang dilanda banjir bandang berbeda aliran dengan sungai di Bukit Lawang. Banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, kecuali korban materi tidak terlalu besar. “Kalaupun banjir bandang di Sungai Landak, kebetulan ada longsor di hulu sungai. Sekarang sudah tidak potensi bandang lagi, tapi pemerintah setempat kurang mensosialisasikan tempat wisata di Bukit Lawang aman untuk berwisata,” ujarnya.
Dikatakan Sugianto, sepinya pengunjung juga dialami tempat-tempat penginapan di beberapa desa dan kecamatan di Langkat.
Seperti di penginapan pertama Desa Adin Tengah Kecamatan Salapian sudah lama tidak ada tamu menginap, karena akses jalan yang rusak parah.
Demikian halnya penginapan di Desa Sampe Raya Bukit Lawang Kecamatan Bahorok sepi pengunjung. “di Bulan Desember 2020, hanya saya tamu pertama menginap kebetulan melakukan kegiatan reses di desa tersebut,” kata Sugianto.
Diungkapkan Sugianto, warga sekitar Lokasi wisata Sungai Landak dan Bukit Lawang mulai mengeluh, karena sepinya pengunjung di pandemik covid-19, kedatangan turis mancanegara nyaris tidak ada lagi, sehingga mereka berharap ada pekerjaan lain agar asap dapur mereka tetap ‘mengepul’.












