Manusia diciptakan Allah SWT di muka bumi sebagai khalifah. Sebagai Khalifah manusia memiliki sifat utama, yaitu memimpin. Pemimpin selalu berada pada posisi terdepan dalam menghadapi segala hal dan keadaan. Untuk itulah manusia harus terus diasuh dan diasah baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotoriknya agar dapat menjalankan fungsinya sebagai seorang khalifah. Di sini dapat dilihat peran dunia pendidikan sangat urgen dalam membentuk karakter seorang calon khalifah atau pemimpin untuk masa yang akan datang. Selama hidup di dunia, manusia tidak dapat terlepas dari proses belajar (long life education). Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku. R.Hilgrd (1948) menjelaskan bahwa perubahan tingkah laku akan diperoleh melalui latihan. Perubahan tersebut, didukung dari lingkungan positif yang menyebabkan terjadinya interaksi edukatif. Perubahan terjadi secara menyeluruh pengetahuan(kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik).
Proses belajar tersebut, dapat diperoleh seseorang di semua lingkungan tempat dimana dia hidup atau bertempat tinggal, baik lingkungan informal (keluarga), lingkungan formal (sekolah), dan lingkungan nonformal (masyarakat sekitar). Pendidikan yang diperoleh dapat berupa pendidikan umum dan pendidikan agama. Pendidikan umum akan berhubungan dengan bagaimana seseorang dalam mengurus kelangsungan hidupnya di dunia berdasarkan pengetahuan tentang konsep-konsep, teori-teori, fakta-fakta, dan eksperimen-eksperimen yang ditemui di lapangan dan disepakati bersama agar terpenuhi kebutuhan hidup dan terjalin keharmonisan dalam kehidupan dunia. Adapun pendidikan agama berhubungan dengan bagaimana seseorang menjalankan aktivitas hidup yang dikaitkan dengan ajaran-ajaran ketuhanan atau ajaran agama. Hal ini dilakukan karena manusia yakin dan percaya bahwa tujuan akhir hidupnya adalah kembali menemui Tuhannya. Untuk itu, mempersiapkan generasi penerus merupakan tanggung jawab generasi sebelumnya supaya mereka selamat dalam kehidupan akhirat kelak. dijelaskan dalam AlQuran, Surat (66:6) “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.













