Pada wawancaranya, Pratiwa Dyatmika, Head of Department Corporate Communication Mind.ID, menjelaskan komitmen Mind.ID terhadap hilirisasi dan berbagai tantangan yang dihadapi.
Pratiwa Dyatmika: “Komitmen hilirisasi yang digalakkan oleh pemerintah adalah mandat yang harus secara konsisten kita kejar. Melalui INALUM, kita memahami bahwa bauksit adalah bahan dasar pembuatan aluminium. Namun, rantai pasok kita masih terputus karena Indonesia belum memiliki teknologi pengolahan bauksit menjadi alumina.” ungkapnya.
Pratiwa menjelaskan bahwa Mind.ID, bekerja sama dengan PT Antam, berupaya mengisi celah dalam rantai pasok ini. Mereka sedang mengerjakan proyek Sgar Small SGD Alumina Refinery, yang baru-baru ini dikunjungi oleh Presiden. Proyek ini ditargetkan akan mulai injeksi pertama bauksit pada bulan September dan diharapkan dapat beroperasi penuh pada awal tahun 2025.
“Melalui proyek ini, kita berusaha untuk menyambung rantai pasok dari bauksit menjadi alumina, dan akhirnya menjadi aluminium,” kata Pratiwa. “Ini adalah langkah nyata dalam menambah nilai bagi Indonesia.” ujarnya.
Ketika ditanya tentang perkembangan proyek, Pratiwa menjelaskan, “Posisi proyek saat ini sudah mencapai sekitar 90%. Kami targetkan, pada bulan September nanti, progresnya akan mencapai 97% dan mungkin 100% di awal tahun 2025, sesuai dengan kurva S dari proyek tersebut.” dikatakannya.













