Untuk pembelian minyak goreng sementara ini, pihaknya hanya mengizinkan membeli untuk satu kemasan untuk satu orang.
“Lebih dari itu tidak kami izinkan pak, ini agar menjaga ketersediaan minyak goreng disini cukup. Sebab, stok kami begitu habis maka langsung memesan ke distributor. Kalau distributor lancar maka pesanan cepat sampai, kalau tidak lancar maka kami kesulitan juga. Biasanya, satu atau dua hari pesanan sampai”, sebut Dabuke.
Dengan masih sulitnya didapatkan minyak goreng di pasar dan warung serta Supermarket, Edward berharap agar para ibu rumah tangga dan pelaku UMKM dapat membeli minyak goreng di Supermarket Modern Berastagi Buah dengan harga sesuai ketentuan pemerintah yakni Rp14.000.
Hasil pantauan legislator asal Dapil 1 kota Medan ini, Untuk di beberapa swalayan seperti Alfa MIDI, Alfa Mart bahkan Indomaret tidak jarang minyak goreng kosong.
“Ini sebenarnya yang menimbulkan munculnya ‘Panic Buying’ bagi kalangan masyarakat terutama ibu-bu dan pelaku usaha kecil dan menengah yang memakai minyak goreng sebagai bahan dasarnya”, terang Edward.
Edward berharap, agar para pedagang tidak melakukan penimbunan terhadap minyak goreng. Apalagi di tengah kesulitan masyarakat imbas dari pandemi Covid19 yang berkepanjangan.












