Pada kesempatan ini PADU juga mengadakan syukuran atas keberhasilan Rusdiman, Dedi Amrizal dan Zulfika meraih gelar doktor. Menurut Aripay ini akan menambah kekuatan PADU dalam upaya mengembangkan pendidikan Sumut.
“Kegiatan ini sekalian syukuran ada tiga Doktor baru di PADU, ini akan menambah kekuatan kita untuk memberikan kontribusi pada pendidikan Sumut,” kata Aripay.
Selain membahas pendidikan, Dr. Aripay juga menyinggung dinamika politik dan filsafat. “Jika kau tidak membuat siapa pun kesal, berarti kau bukan seorang filsuf,” katanya, mengutip seorang filsuf untuk menekankan pentingnya berpikir kritis.
Sementara itu, Prof Nasrun mengatakan, selama ini tuntutan pendidikan lebih cenderung ke siswa. Oleh karena itu, PADU dalam waktu dekat akan berupaya meningkatkan inovasi tenaga pendidik dalam mengajar.
“Kita akan mengupayakan ada peningkatan inovasi dari tenaga pendidik karena pendidikan saat ini memang dituntut seperti itu, sehingga pendidikan di Sumut ini bisa lebih efektif dan efisien,” kata Nasrun.
Prof. Dr. Nasrun MS, selaku penasihat PADU, juga menegaskan bahwa organisasi ini harus fokus pada kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Ia pun mendukung penuh Dr. Ilyas Sitorus, SE., M.Pd, agar mendapat kepercayaan lebih besar dalam pengembangan pendidikan.












