Mendagri juga mengingatkan pentingnya harmoni kebijakan pusat dan daerah dalam berbagai sektor pembangunan. “Langkah konkret harus segera diwujudkan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, swasembada energi, pengelolaan sumber daya air, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan kewirausahaan daerah,” tegasnya.
Tidak hanya itu, ia menyoroti pentingnya reformasi birokrasi yang bersih dan profesional serta penegakan hukum yang berkeadilan. Seluruh upaya tersebut, sambungnya, wajib didukung oleh sistem digital yang modern, keterlibatan publik, dan transparansi.
Menutup pesannya, Mendagri menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan membutuhkan sinergi lintas sektor dan tingkatan pemerintahan. “Otonomi daerah jangan hanya menjadi kebijakan administratif, tapi harus menjadi alat strategis untuk mencapai kesejahteraan rakyat, pemerataan pembangunan, dan penguatan integrasi nasional,” tandasnya.
Upacara peringatan ini menjadi simbol kuat komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 yang berdaulat, maju, dan sejahtera.












