Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenko Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Basilio Dias Araujo, mengatakan, masih banyak yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan.
“Saat ini ratusan kapal laut yang melintas diperairan Selat Malaka, dan mereka singgah di pelabuhan Singapura dan Malaysia,” ujar Basilio.
Fasilitas yang dimiliki oleh Pelabuhan Internasional yang kita memiliki belum lengkap seperti di negeri jiran.
Diperkirakan kalau 20% saja kapal laut asing singgah, dan 5 sampai 10 anak buah kapal yang turun untuk melakukan transaksi setiap hari di semua pelabuhan yang ada maka akan menambah penghasilan hampir 100 Triliun pertahunnya.
“Yang paling ramai kapal laut melintas adalah di perairan Selat Malaka, kedepan kita harapkan mereka bisa singgah di Pelabuhan Pelindo Kuala Tanjung. Kita juga harus siapkan Sumber Daya Manusia (SDM), jangan sampai putra daerah menjadi penonton di negeri sendiri,” ujar Basilio.
Kegiatan FGD Industri Maritim berjalan dengan sukses, suasana semakin hidup ketika dibuka dialog dan pertanyaan dari peserta diskusi, yang dipandu oleh Arwan Syahputra.












