Berita Utama

Sidang KDRT PN Lubuk Pakam Soroti Inkonsistensi Saksi LK soal CCTV dan Mati Lampu

×

Sidang KDRT PN Lubuk Pakam Soroti Inkonsistensi Saksi LK soal CCTV dan Mati Lampu

Sebarkan artikel ini

Perbedaan keterangan antara BAP dan persidangan hingga narasi aktivitas korban di tangga jadi perhatian kuasa hukum

Saksi LK menyampaikan keterangan di hadapan majelis hakim dalam sidang dugaan KDRT di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, saat menjelaskan terkait rekaman CCTV dan peristiwa padamnya listrik, Kamis (30/4/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

LUBUK PAKAM, pelitaharian.id – Persidangan perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kamis (30/4/2026), mengungkap sejumlah perbedaan keterangan saksi, terutama dari saksi berinisial LK terkait rekaman CCTV dan peristiwa padamnya listrik saat kejadian.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Hiras Sitanggang didampingi dua hakim anggota serta panitera pengganti. tersebut, menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), termasuk LK dan Irfan. Dalam persidangan, penasihat hukum terdakwa Sherly, Jonson Sibarani, secara intens menguji konsistensi keterangan saksi LK, terutama terkait peristiwa padamnya listrik dan keberadaan rekaman CCTV.

Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah perbedaan keterangan LK antara Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan pernyataan di persidangan. Dalam BAP, saksi disebut mengaku mengetahui penyebab padamnya listrik setelah melihat rekaman CCTV.

Jonson membacakan isi BAP di hadapan majelis hakim.
“Namun setelah saya melihat rekaman CCTV yang ada di dalam rumah saya tersebut, barulah saya mengetahui bahwa lampu rumah saya tersebut mati karena MCB dimatikan oleh Erwin,” kutip Jonson dari keterangan saksi dalam BAP.

Sumpah Pemuda Pemko Medan