
Ratna Dewi, korban luka-luka yang ikut dalam aksi damai kepada wartawan mengungkapkan kondisi akibat insiden tersebut.
“Kepala saya dijahit, tulang saya patah dan kuping saya berdengung,” ungkap Ratna.
Ia juga menyayangkan tidak ada bantuan ataupun perhatian dari dinas terkait.
“Tidak ada sama sekali, permintaan maaf pun tidak ada sampai sekarang. Saya berharap ada empati dan bantuan dari Bapak Wali Kota,” harap Ratna.
Plt Asisten Ekonomi Pembangunan, Mansursyah yang menerima peserta aksi damai di Pemko Medan mengatakan akan segera menyampaikan persoalan ini ke pimpinan.
“Kami berterima kasih kepada LSM Penjara yang sudah menyampaikan aspirasi masyarakat, hal ini akan saya sampaikan kepada pimpinan,” ucap Mansursyah singkat.

Sementara itu di tempat terpisah, Humas Protokol Sekretariat DPRD Kota Medan, Ika Syafitri Dewi menyampaikan akan meneruskan surat atau aspirasi kepada Ketua DPRD Medan.
“Surat ini akan kita terima dan kita sampaikan ke Ketua (DPRD Medan), kemudian nanti akan dikoordinasikan ke komisi terkait sehingga akan menggelar RDP dengan dinas terkait juga. Bisa saja pihak-pihak terkait diundang,” ungkap Ika.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan Syarifuddin Irsan Dongoran saat dikonfirmasi wartawan melalui Whatsapp tidak ada balasan.
Penulis: Aris
Editor: Cut Riri












