Scroll untuk baca artikel
HeadlineKriminal

Terkait PNS Tunjukkan Alat Vital, JS Bilang Jhonson Beri Keterangan Palsu ke Media

0
×

Terkait PNS Tunjukkan Alat Vital, JS Bilang Jhonson Beri Keterangan Palsu ke Media

Sebarkan artikel ini
JS. (foto: Tim).
JS. (foto: Tim).

Serdang Bedagai, pelitaharian.id – JS, PNS Kantor Camat Kotarih mengaku kalau dirinya korban fitnah dari keluarga Tampubolon, terutama Jhonson Tampubolon yang sudah mencemarkan nama baiknya. Hingga saat buang air kencing juga direkam video dan menjadi viral di media cetak dan media online.

Menurut pengakuan JS saat ditemui wartawan, apa yang dikatakan Jhonson Tampubolon adalah bentuk fitnah atas dirinya. “Ntah dendam apa keluarga Tampubolon dengan ku, aku tak tau masalah. Mereka yang betikai dengan CV MK kenapa saya yang kena? Waktu itu mau buang air kecil aku, si Jhonson setiap liat aku selalu cari masalah tapi aku tak pedulikan. Karena itu dia ngamuk lalu buat keterangan palsu ke media. Sibuk foto dan merekam dia apa pun kegiatan ku, itu namanya memang cari gara gara untuk memancing keributan,” ujar JS, Jumat siang (25/2/2022).

Kata JS lagi, kejadian tersebut terjadi di hutan yang tak ramai orang, bukan di lokasi keramaian. Ketika menanggapi perihal laporan polisi Jhonson Tampubolon di Polda, JS menampik bahwa itu bukan perbuatan yang melanggar hukum karena bukan dilakukan dengan unsur kesengajaan dan tidak bermaksud apa – apa, menang murni buang air kecil. Yang ada seharusnya saya yang melaporkan dia ke polisi menyebarkan video porno, asusila tersebut.

“Itu kejadiannya di hutan loh bukan ditempat keramaian, artinya tuduhan penyebaran video asusila itu dia yang menyebarkan. Liat dengan teliti, ada unsur kesengajaan Jhonson Tampubolon pas merekam aku yang saat itu hendak buang air kecil, terdengar suaranya yang memang cari perkara gimana caranya supaya aku terpancing emosi. Sayangnya sampai sekarang aku tak terpancing emosi, mereka yang terlihat begitu emosi. Jadi siapa aja yang terlihat di lahan bermasalah itu, pasti kena getahnya seperti yang ku alami. Setelah mereka menghantam pengacara CV MK, giliran berikutnya aku, ya seperti yang terjadi sekarang ini. Kita liat kebenarannya yang nyata dari isi kata Jhonson dalam video tersebut,” beber JS pada beberapa wartawan.

JS juga menceritakan sedikit sejarah perihal tanah sengketa tersebut yang diketahuinya, dan juga warga lama kampung Durian Kondot. Hulman Tampubolon dan alm istrinya Intan br Munthe, pernah meminta tolong dengan Kades Duren Kondot untuk menjualkan tanah tersebut dan sempat keluar perjanjian jual beli versi dulu yang disepakati oleh kedua belah pihak karena Keduanya Tampubolon butuh duit saat itu. Dan soal pajak tanah tersebut juga dibayar Kades Duren Kondot saat itu. Dan perjanjian tersebut juga dimenangkan oleh CV MK di Pengadilan Negeri Sergai.

“Kades itu bapak ku, jadi semua warga disini juga tau ceritanya. Tau lah gimana tingkah keluarga Tampubolon itu, ribut aja tau nya dengan orang memang suka cari masalah. Antara mereka bersaudara saja sering ribut, jadi warga Duren Kondot malas berhubungan dengan mereka. Sempat keluar perjanjian jual beli jajan dulu yg kalau tak salah berbunyi bahwa tanah itu diganti rugi dengan nominal yang disepakati. Lalu pihak pertama (alm Intan br Munthe) memberikan jalan untuk transportasi pada pihak kedua, CV MK. Lalu hubungan dengan saya apa? Kenapa begitu dendam dan marah dengan saya? Lahan tersebut dengan rumah saya dekat, biasa kl melintas atau ngobrol dengan pekerja yang juga warga sekitar. Boleh tanya warga kampung bagaimana tingkah Jhonson Tampubolon di kampung, lalu kalian bisa menilai mana yang betul atau tidak,” tandas JS.

Sebagai orang yang dijadikan kambing hitam keluarga Tampubolon, terutama Jhonson Tampubolon, JS berharap kepada Kapolda Sumut dan Bupati Sergai hendaknya bertindak tegas dalam memang teguh keadilan, mencari kebenaran dalam kasus ini. “Saya minta Kapolda Sumut dan Bupati Sergai harus jeli memutuskan dan bertindak dalam hal ini. Vidio itu bukti Jhonson Tampubolon menjebak saya dengan unsur kesengajaan, sesuai keterangan saya pada inspektorat. Saya tak punya uang banyak seperti mereka, saya cuma PNS Kantor Camat biasa. Yang biasa terjadi sekarang, siapa yang punya uang dia yang menang. Tapi kalau disumpah diatas kitab suci apa masih bisa bohong di Jhonson Tampubolon itu, kita liat saja kebenarannya nanti,” kata JS menutup cerita.

Penulis: Ary
Editor: Mery Ismail, S.Sos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *