Yang pertama kali menjumpai almarhumah yaitu saudaranya, Bu Ponirah. Yang diawali dengan dia mau memberi makan, setelah ditengoknya kondisi almarhumah sudah tak bernyawa, jadi dia panggil saya selaku Kepala Dusun untuk memastikan.
“Jadi saya pun datang kelokasi kejadian, saya lihat dan saya pastikan kondisi jenazah sudah tak bernafas lagi dan sudah tidak bernyawa,” ujar Kadus.
Penyebabnya almurhumah mengalami sakit, tapi pihak keluarga sebelumnya sudah mendatangkan Bidan Desa. Tiga hari yang lalu mendatangi almarhumah untuk memeriksa keaadannya, memang waktu itu keadaan perutnya sudah mengeras.
Perkiraan meninggalnya pastinya tidak tahu, tapi kondisi jenazah sudah mengeluarkan cairan dari mulut, hidung dan dari kuping, jadi kondisi jenazah sudah agak bau “. Ungkap Aminur Rasyid selaku Kepala Dusun kepada awak media.
Selama ini almarhumah Nek Timah hanya tinggal berdua dengan suaminya yang juga sudah sakit-sakitan dan pendengarannya pun jauh berkurang. Sementara Amran (47) selaku anak laki- lakinya saat ini bekerja di perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara.













