Berita Utama

Tim Pembela: Fakta Persidangan Justru Tunjukkan Sherly sebagai Korban, Bukan Pelaku PKDRT

×

Tim Pembela: Fakta Persidangan Justru Tunjukkan Sherly sebagai Korban, Bukan Pelaku PKDRT

Sebarkan artikel ini

Dalam pleidoi 269 halaman, penasihat hukum menilai rangkaian keterangan saksi, alat bukti, dan pemeriksaan terdakwa mengarah pada posisi Sherly sebagai pihak yang mengalami kekerasan. Dalil tersebut menjadi bagian pembelaan yang akan dipertimbangkan Majelis Hakim.

Tim penasihat hukum Sherly menyampaikan nota pembelaan (pleidoi) dalam sidang perkara dugaan PKDRT di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kamis (9/7/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist)

Persidangan selanjutnya dijadwalkan memasuki agenda penyampaian replik oleh Jaksa Penuntut Umum sebagai tanggapan atas nota pembelaan yang telah diajukan pihak terdakwa.

Catatan Redaksi: Perkara ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam. Pernyataan bahwa Sherly merupakan pihak yang mengalami kekerasan adalah bagian dari argumentasi tim penasihat hukum sebagaimana disampaikan dalam nota pembelaan di persidangan. Jaksa Penuntut Umum masih memiliki hak menyampaikan replik, sedangkan penilaian mengenai terbukti atau tidaknya dakwaan menjadi kewenangan Majelis Hakim setelah seluruh proses persidangan selesai.

Pada sidang sebelumnya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Sherly dengan pidana penjara selama satu bulan dalam sidang lanjutan perkara dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Kelas IA, Kamis (4/6/2026). Meski demikian, Sherly menolak tuntutan tersebut dan tetap menyatakan dirinya merupakan korban dalam perkara itu.

Tuntutan dibacakan JPU di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Hiras Sitanggang bersama hakim anggota. Dalam surat tuntutannya, JPU menyatakan Sherly dinilai terbukti melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dakwaan kedua, yakni Pasal 44 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Selain menuntut pidana penjara selama satu bulan dikurangi masa penahanan yang telah dijalani, JPU juga meminta barang bukti berupa kacamata, pakaian, perangkat CCTV, dan flashdisk diperlakukan sesuai ketentuan hukum.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan
Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan