HeadlineKriminal

Viral Dua Rekaman Vidio Berdurasi Pendek Soal Pelayanan di RS “WN” Sekaitan Pelayanan

×

Viral Dua Rekaman Vidio Berdurasi Pendek Soal Pelayanan di RS “WN” Sekaitan Pelayanan

Sebarkan artikel ini
Foto: Seorang pasien saat mendapatkan penanganan tim medis Rumah Sakit WN di Kota Medan, Selasa (26/9/2023). (pelitaharian.id/istimewa).

Medan, pelitaharian.id – Dua rekaman vidio berdurasi pendek tampak memprotes mengenai pelayanan di RSU Swasta “WN” di Jalan Marelan Raya viral di sejumlah group whatsapp.

Foto: Seorang perawat Rumah Sakit WN tidak mengenakan seragam saat di ruang ICU di Kota Medan, Selasa (26/9/2023). (kedannews.com/istimewa).

Dalam vidio tersebut tampak anggota keluarga pasien memprotes pihak rumah sakit yang tidak mensegerakan merujuk pasien ke RSU Haji Adam Malik, karena diagnosa penyakit yang diderita yakni Jantung ‘bocor’.

Pada vidio tersebut, tampak juga seorang pria memakai celana jeans pendek berada diruangan ICU yang diprotes pihak keluarga. Pemicunya pihak keluarga pasien mempertanyakan kenapa belum dirujuk juga ke RSUHAM, dimana pihak rumah sakit “WN” menyatakan kamar penuh.

Kekecewaan keluarga pasien tak terbendung karena pihak rumah sakit kurang maksimal termasuk ada seorang pria bercelana pendek berada diruang ICU tanpa menggunakan tanda pengenal juga diprotes.

Apa begini SOP nya, kok bisa masuk siapa dia?, tanya keluarga pasien, itu adik kami kenapa tidak dilayani kata suara orang-orang yang ada di dalam vidio.

Bahkan terlihat juga dalam vidio, dokter meminta perawat memanggil Satpam, agar keluarga pasien dikeluarkan dari ruang ICU karena menvidiokan.

Atas kejadian tersebut, awak media mencari tahu alamat keluarga pasien yang diketahui bernama Nia Annisa tersebut. Akhirnya berhasil menemui keluarga pasien di kawasan Jalan Marelan VIII Gang Wira No. 18 B, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatra Utara.

Saat bertemu Zaharuddin yang didampingi kakak tertuanya Zainuddin masih terlihat sedih.

Bahkan Zainuddin menyebutkan bahwa Nia yang merupakan adik ipar itu masuk sekitar Jumat (23/09/23). Saat itu pihak rumah sakit menyatakan bahwa pasien menderita Jantung ‘bocor’. Dan pihak medis dari rumah sakit menyatakan pasien bakal dirujuk akan tetapi belum bisa terlaksana karena kondisi rumah sakit yakni RSU Haji Adam Malik yang akan dituju tak ada kamar (alias penuh).

Dilanjutkan Zainuddin, ia pun meminta surat rujukan agar pihak keluarga juga bisa membantu untuk mencarikan dan menanyakan apakah ada yang kosong kamarnya dirumah sakit tersebut.

“Ku minta selalu dijawabnya tunggu pak, sabar pak hingga akhirnya nyawa adik ipar ku itu tidak dapat tertolong lagi meski telah diambil tindakan medis,”ujarnya sembari dokternya baru ada setelah pihak keluarga komplain kepada pihak rumah sakit,” Katanya.

Nah mengenai pria celana jeans itu ternyata seorang perawat, jadi Kata Zainuddin bahwa dirinya langsung menanyakan ke Satpam siapa pria tersebut. Dari informasi pria tersebut merupakan seorang perawat yang masa jam dinas telah berakhir dan kedatangan untuk bertemu dengan teman nya yang berada dalam ruang ICU.

Dikatakan bahwa adik iparnya tersebut, merupakan pasien BPJS Kesehatan Mandiri, namun kondisi pasien kurang mendapatkan perhatian.

Atas peristiwa yang dialami anggota keluarganya, Zainuddin akan mengadu ke Wakil Ketua DPRD Medan, Bahrumsyah untuk mencari keadilan. Tujuan agar pihak rumah sakit ke depan serius dalam memberikan pelayanan.

Sementara Zaharuddin masih sangat kehilangan istrinya, dimana ia kini harus memikirkan tiga buah hatinya yang ditinggalnya ibu nya untuk selama-lamanya.

Terpisah, ketika tim awak media mendatangi RS “WN” Kamis (28/9/2023) langsung mendatangi pihak resepsionis atau bagian informasi dan administrasi pada bagi depan rumah sakit.

Dimana mereka menyatakan bahwa bagian kantor tidak masuk kerja dan menyarankan agar awak media bisa datang ke rumah sakit pada keesokan harinya, Jumat (29/9/2023).

“Besok saja (jumat/red) orang abang-abang datang, karena bagian kantor dirumah sakit hari ini libur,” ucap bagian administrasi kepada awak media sembari meminta nomor telepon wartawan yang hendak melakukan konfirmasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *