Sembahyang Pho To yang dilaksanakan setahun sekali dibulan 7 tanggal 15 penanggalan lunar guna menghormati atau mengenang arwah leluhurnya. Di mana sembahyang Pho To dilakukan untuk mengirim doa kepada leluhur yang arwahnya tidak punya keluarga.

Ini merupakan penghormatan, lanjutnya, saat sembahyang maka memberikan beberapa persembahan makanan, bakar hio, bakar kertas dan lainnya yang digunakan sebagai simbol berbakti, dimana sesajian diletakkan di atas meja yang dimaksudkan untuk menjamu para leluhur.
“Sembahyang ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Sebab ini adalah bagian dari budaya Tionghoa yang merupakan warisan leluhur yang harus dijalankan dan dilestarikan,” ucapnya.
Masih ditempat yang sama, Humas Vihara Kushinara yang juga Ketua PSMTI Belawan, Lee Kim Hok menyampaikan upaya untuk tetap menunjukkan bakti kepada leluhur yang telah meninggal tetapi juga memperkokoh persatuan dalam keluarga dan yang segaris keturunan.












