Politik & Pemerintahan

Zulkarnaen Tegaskan Pentingnya Transparansi Data dan Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Medan

28
×

Zulkarnaen Tegaskan Pentingnya Transparansi Data dan Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Medan

Sebarkan artikel ini
Suasana saat Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen pada kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, Minggu (15/12/2024). (pelitaharian.id/ist).

MEDAN, pelitaharian.id – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen SKM, berkomitmen memfasilitasi Musyawarah Kelurahan (Muskel) demi transparansi data penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Medan Deli. Hal ini disampaikan saat Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Lapangan Bola, Jl. Platina 5, Lingkungan 12, Gg. Kenangan, Kelurahan Titi Papan, Minggu (15/12/2024).

Kegiatan ini disambut hangat ratusan warga. Seruan “Zulkarnaen Paten!” menggema saat politisi Partai Gerindra tersebut tiba. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Perda Sistem Kesehatan bertujuan meningkatkan mutu kesehatan masyarakat dan mewujudkan pelayanan yang aman, terjangkau, dan adil.

“Perda ini mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan serta mewujudkan kota yang berwawasan kesehatan,” tegasnya. Ia juga menyoroti kehadiran program Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMD) Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan warga Kota Medan mendapatkan layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP atau KK.

Namun, Zulkarnaen mengingatkan pentingnya pendataan akurat melalui Muskel. “Semua data penerima bantuan merujuk pada DTKS. Saya siap memfasilitasi muskel agar data lebih transparan,” jelasnya.

Suasana saat Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen pada kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, Minggu (15/12/2024). (pelitaharian.id/ist).

Tidak hanya itu, Zulkarnaen juga menyoroti perlunya perbaikan sikap pelayanan di puskesmas yang kerap dianggap kurang ramah. “Pelayanan kesehatan harus ramah dan penuh senyum. Jangan sampai pasien makin sakit hanya karena pelayanan yang buruk,” kritiknya.

Dalam sesi diskusi, beberapa warga mengemukakan keluhan. Pak Taufik, seorang bilal mayit, mengeluhkan dipulangkan dari rumah sakit meski belum pulih dari hernia. “Kami memohon agar fasilitas di RS Baktiar Jafar ditingkatkan karena ini rumah sakit terdekat kami,” ujarnya.

Fitri, warga lain, mempertanyakan layanan kesehatan gratis untuk mereka yang masih memiliki tunggakan BPJS mandiri. Warga lainnya mengeluhkan puskesmas yang menolak pasien ingin mencabut gigi.

Menanggapi hal ini, perwakilan Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pasien hanya boleh dipulangkan setelah dinyatakan sehat oleh dokter. “Namun, karena keterbatasan kamar dan anggaran, terkadang pasien dipulangkan lebih awal,” katanya.

Zulkarnaen juga mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim hujan. “Hindari membuang sampah di drainase karena bisa memicu banjir dan penyakit,” imbaunya.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Deli, kelurahan, Dinas Kesehatan Kota Medan, dan Dinas Tenaga Kerja.

Hashtag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *