Bahkan para wartawan menyaksikan, dibeberapa persimpangan drainase ataupun, riol riol besar yang selama ini air lancar mengalir, tersumbat dengan sampah dan ranting kayu serta pelepah sawit. Sehingga, air pun tidak tau kemana mengalir, hingga mengenangi kerumah rumah warga.
Menurut keterangan bebe rapa warga yang berhasil diserap wartawan, dilokasi berbeda bahwa, air yang menerobos perumahan penduduk itu berasal dari parit besar yang sudah tidak tertam pung lagi. Biasanya air dari parit itu kalau penuh, melimpah ke dalam waduk penampungan Belanda, didepan Rumah Sakit Cut Meutia PTP N-I kebun baru.
“Sekarang waduk itu sudah ditimbun (tutup), bahkan disisi pinggir parit besar tersebut juga sudah di “benteng” dengan pagar beton. Sehingga air tidak mengalir dan terba gi, ke dalam waduk Belan da itu lagi, ujar fodah warga dusun Pahlawan.
Dilokasi lain salah seora ng warga mengatakan, “Saya sudah 20 tahun tinggal disini,atidak pernah tergenang air segitu lama, baru inilah airnya tinggi dan deras”, ketus warga Perumnas yang enggan, ditulis namanya, pada Senin (04/01/2021).
Sedangkan Nasruddin selaku Ketua dari Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) yang ikut dalam tim investigasi mengata kan, Banjir di beberapa kawasan Kota Langsa di sebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, terja di penyumbatan dijumlah saluran (Drainase) yang tak mampu menampung debit air di kawasan pemukiman warga.












