Berita Utama & Headline

Anggota DPRD Medan Fauzi Sebut Tawuran Belawan Dipicu Minimnya Lapangan Kerja, Desak Pemko Medan Hadirkan Solusi

20
×

Anggota DPRD Medan Fauzi Sebut Tawuran Belawan Dipicu Minimnya Lapangan Kerja, Desak Pemko Medan Hadirkan Solusi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi, saat menyampaikan kritik terhadap Pemko Medan terkait maraknya tawuran di Belawan. Medan, Selasa (9/9/2025). (pelitaharian.id/Foto: Istimewa).

Medan, pelitaharian.id – Tawuran antarwarga kembali marak di kawasan Medan Utara, khususnya Belawan. Peristiwa ini dinilai sebagai dampak dari belum optimalnya Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, konflik sosial yang berulang itu sudah menimbulkan banyak korban, baik dari masyarakat maupun aparat kepolisian.

“Dari yang luka sampai meninggal dunia sudah ada akibat tawuran di sana. Bahkan pihak kepolisian juga banyak yang menjadi korban. Pemko Medan harus cepat merespon, jangan hanya melakukan pertemuan-pertemuan tapi tidak ada solusinya,” ujar Fauzi kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).

Fauzi menilai persoalan di Belawan sangat kompleks, namun hal mendasar yang harus segera diatasi adalah minimnya lapangan kerja. Ia menegaskan, sebagian besar pelaku tawuran masih berusia produktif, tetapi tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga mudah terprovokasi.

“Kita melihat rata-rata mereka yang tawuran itu masih dalam usia produktif. Namun disayangkan banyak yang tak punya pekerjaan sehingga mudah tersulut ikut tawuran. Saya rasa Pemko Medan harus serius menciptakan lapangan pekerjaan, jangan hanya sebatas janji,” tegas anggota Komisi I DPRD Medan tersebut.

Lebih lanjut, Fauzi memastikan bahwa Fraksi Gerindra akan terus mengawal isu ini dan mendorong Pemko Medan menggandeng pihak swasta, termasuk perusahaan-perusahaan di kawasan Belawan, untuk membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

“Ini akan kita kawal, termasuk mendorong Pemko Medan menghadirkan solusi nyata. Sangat banyak pabrik di Belawan, Pemko bisa menggandeng mereka untuk memberi peluang kerja bagi masyarakat,” katanya.

Untuk menekan potensi konflik, Fauzi juga menyarankan agar Pemko Medan membentuk pos gabungan keamanan yang melibatkan TNI-Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta aparatur kelurahan dan kecamatan di setiap lingkungan rawan tawuran.

“Tawuran ini sempat mereda dan hilang beberapa tahun lalu. Dulu ada program Pemuda Bela Negara (PBN). Bahkan ada yang berhasil lulus menjadi prajurit TNI melalui program itu. Tidak tahu sekarang apakah program itu masih ada. Yang jelas Pemko Medan harus berinovasi untuk memastikan keamanan masyarakat,” pungkas Fauzi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *