“Untuk membuktikannya, saya akan dites pertama untuk menguji kecanggihan alat ini. Dengan tempo 3 jam hasil swab keluar dan langsung terkoneksi dengan nomor peserta yang di swab,” ungkap Terkelin.
Sementara itu, Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala menyebutkan hadirnya mobil labotorium PCR ini sangat membantu bagi petugas medis dalam segi waktu dan mendapat diagnosa hasil swab dengan cepat dengan akurasi standar WHO.
Irna juga menyebutkan perbedaan hasil swab Mobile Combat dengan Laboratorium PCR RSUD Kabanjahe. Mobile Combat hasil swabnya tidak dapat digunakan sebagai syarat perjalanan naik pesawat terbang. Sedangkan labotorium PCR RSUD dapat dijadikan refrensi syarat bagi perjalanan jauh.
Selain itu, katanya, labotorium PCR ini sesuai dengan surat edaran Menteri Kesehatan, penggunaannya harus bayar dan dikenakan biaya Rp900.000. Sedangkan pemeriksaan Mobile Combat Covid-19 tidak dipungut biaya. Anggaran Mobile Combat Covid-19 ini berasal dari P-APBD TA. 2020 sebesar Rp3,5 miliar.
Terkait jam operasional Mobile Combat PCR Covid-19, mulai hari Senen, Rabu dan Jumat, pada pukul 10.00-12.00 wib dan saat ini RSUD Kabsnjahe yang merupakan rujukan sedang menunggu “akun” tersambung ke Kementerian Kesehatan.












