“Sebenarnya banyak yang harus kita minta, pemahaman tentang lalu lintas, jangan ada jukir malah makin macet, justru kita berharap dengan adanya jukir ini ada suasana yang nyaman bisa membantu memperlancar lalu lintas,” tutupnya.
Sebelumnya, warga Medan bernama Jessy Fransiska yang sebelumnya terlibat cekcok dengan jukir di Jalan Brigjend Katamso, Medan meminta agar para jukir di Medan dites urine. Hal ini dikarenakan banyaknya jukir di Medan yang menurutnya bersikap arogan dan bikin gaduh.
Hal itu disampaikan Jessy saat dihubungi wartawan perihal hasil mediasi antara dia dan jukir yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Medan. Jessy mengatakan, Kota Medan harusnya lebih selektif lagi dalam mempekerjakan jukir, dia juga meminta agar dilakukan tes urine kepada setiap jukir di Medan.
“Harusnya diperketat lagi sih, dan alangkah bagusnya diperlukan tes urine untuk jukir-jukirnya semua,” kata Jessy Fransiska, Kamis (12/1) kemarin.












