Scroll untuk baca artikel
Headline

DPRD SU Kecewa, Langkah Mendag Naikan DMO Minyak Goreng Jadi 30 Persen

1
×

DPRD SU Kecewa, Langkah Mendag Naikan DMO Minyak Goreng Jadi 30 Persen

Sebarkan artikel ini
Sugianto Makmur

Presiden Diminta Turun Tangan.

Medan, Pelitaharian.id – DPRD Sumut kecewa terhadap langkah Mendag (Menteri perdagangan) telah menaikkan DMO (Domestic Market Obligation) minyak sawit menjadi 30 persen, dapat menambah beban eksportir, diminta Presiden Jokowi turun tangan memperbaiki situasi yang sudah cukup gawat, karena sebelumnya kondisi eksportir sudah hampir tidak mendapatkan keuntungan dengan DMO 20 persen.

“Kalau kemaren, dengan kebijakan DMO 20 persen dan DPO nya, Mendag melumpuhkan Industri CPO dan Minyak goreng yang 100 persen menjual lokal. Sudah banyak perusahaan berukuran menengah ke bawah yang tutup,” ujar anggota Komisi B DPRD Sumut Sugianto Makmur kepada wartawan, Selasa (15/3/2022) melalui whatsapp.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menyebutkan, Mendag seakan tidak puas dengan kehancuran akibat kebijakannya, kemudian menaikkan DMO menjadi 30 persen, mengakibatkan perusahaan yang selama ini mayoritas ekspor terpukul keras. “Mendag seakan-akan ingin melumpuhkan semua industri CPO dan Minyak goreng di Indonesia. Karena itu, kita sarankan Mendag segera diganti, sebab tidak menguasai masalah dan tidak cakap bekerja,” tegasnya.

Sugianto Makmur mengingatkan, sesudah Covid 19 berlalu, semua negara akan berusaha bangkit dan dalam proses bangkitnya, akan memperebutkan semua bahan baku dan barang jadi yang ada di dunia, untuk kebutuhannya. “Dari kondisi itu, sudah pasti akan terjadi Tsunami Ekonomi, sebuah keadaan yang belum pernah dikenal di era kehidupan kita,” katanya.

Menyikapi hal itu, menurut anggota DPRD Sumut dari dapil Binjai, Langkat ini, perlu Mendag yang cakap dan bijak, karena tidak lama lagi akan terjadi hantaman-hantaman dan gelombang-gelombang raksasa ekonomi terjadi. Ada yang menguntungkan, ada yang menyebabkan kerugian besar.

Padahal, katanya lagi, beberapa komoditi sudah duluan naik signifikan dari pada CPO. Contohnya, Kedelai dan produk turunannya, Tepung Ikan, Tepung Tulang, Jagung, pupuk dan sebagainya. Belum lagi produk jasa, seperti Ocean Freight yang sudah naik 2 – 4 kali lipat. Semua ini akan menimbulkan efek domino.

“Semua itu akan menimbulkan gonjang-ganjing. Orang yang sedang menguasai sebuah jalur produksi tertentu, bisa bangkrut atau kaya rasa. Tidak ada ahli yang bisa memprediksi secara tepat, tapi pemerintah melalui Mendag bisa menyelamatkan, setidaknya mengurangi kerusakan yang bakal timbul,” katanya.

Sugianto juga menyesalkan Mentan (Menteri pertanian) tidak berprestasi, karena disaat harga Jagung sedang tinggi mengakibatkan tekanan yang luar biasa besar pada peternak, Mentan malah merasa bersyukur. Ini menandakan pejabat yang tidak punya wawasan kenegaraan. Seharusnya, harga jagung diusahakan di titik yang menguntungkan bagi petani, bukan sebaliknya menghancurkan peternak.(cut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *