Berita Utama

Godfried Effendi Lubis Disorot Warga soal BPJS hingga Air Bersih, Sosperda Kemiskinan Medan Berlangsung Dinamis

×

Godfried Effendi Lubis Disorot Warga soal BPJS hingga Air Bersih, Sosperda Kemiskinan Medan Berlangsung Dinamis

Sebarkan artikel ini

Ratusan Warga Medan Kota Sampaikan Keluhan BPJS Nonaktif, PKH, Jalur Afirmasi Sekolah dan Distribusi Air dalam Forum Sosperda

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PSI, Godfried Effendi Lubis menyampaikan materi Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di hadapan ratusan warga di Lapangan TK-SD Parulian, Jalan Turi No.140/144, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (13/6/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist).

Warga Keluhkan BPJS hingga Penerimaan Siswa Baru

Memasuki sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Monika Sinaga mempertanyakan mengapa cucunya yang sebelumnya menerima bantuan KIP saat SD tidak lagi memperoleh bantuan setelah memasuki jenjang SMP.

Sementara itu, Rismawati Sinurat mengungkap pengalamannya saat BPJS anaknya tidak aktif ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Gimana anak saya? Apakah anak saya ini harus mati dulu baru kalian bisa mengobatinya?” kata Rismawati saat menceritakan pengalaman yang dialaminya.

Ia mengaku sempat mengalami kesulitan karena harus berpindah-pindah instansi untuk mengurus kembali status kepesertaan BPJS anaknya.

Keluhan lain disampaikan Marlin Siahaan yang meminta agar pelatihan keterampilan kerja bagi warga tidak hanya terpusat di Jalan Sei Wampu, melainkan juga diperluas ke wilayah Medan Kota dan Medan Denai agar lebih mudah diakses masyarakat.

Rosmita Simanjuntak juga memanfaatkan forum tersebut untuk meminta informasi terkait mekanisme pengurangan PBB.

Sementara Mangara Simangunsong menyoroti persoalan distribusi air bersih yang dinilainya masih menjadi keluhan masyarakat Kota Medan.

“Air tadi adalah kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat dan menyangkut masalah hidup hajat orang banyak,” ujarnya.

Ia berharap DPRD Kota Medan dapat mendorong penyelesaian persoalan distribusi air yang kerap tidak mengalir pada jam-jam tertentu.

Keluhan lain datang dari Melvi yang mempertanyakan kendala pendaftaran anaknya melalui jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), meskipun anaknya tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP).

Sedangkan Elsinta Raja Guk Guk berharap bantuan bagi penyandang disabilitas yang sebelumnya pernah diterima keluarganya dapat kembali berlanjut.

Sumpah Pemuda Pemko Medan