Berita Utama

Godfried Effendi Lubis Disorot Warga soal BPJS hingga Air Bersih, Sosperda Kemiskinan Medan Berlangsung Dinamis

×

Godfried Effendi Lubis Disorot Warga soal BPJS hingga Air Bersih, Sosperda Kemiskinan Medan Berlangsung Dinamis

Sebarkan artikel ini

Ratusan Warga Medan Kota Sampaikan Keluhan BPJS Nonaktif, PKH, Jalur Afirmasi Sekolah dan Distribusi Air dalam Forum Sosperda

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PSI, Godfried Effendi Lubis menyampaikan materi Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di hadapan ratusan warga di Lapangan TK-SD Parulian, Jalan Turi No.140/144, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (13/6/2026). (pelitaharian.id/Foto: Ist).

Puskesmas Jelaskan Mekanisme BPJS Nonaktif

Menanggapi keluhan warga terkait BPJS, pihak Puskesmas menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan non-PBI.

Menurut pihak Puskesmas, pada awal 2026 terdapat puluhan ribu peserta yang mengalami perubahan status kepesertaan sehingga memerlukan proses verifikasi ulang.

“Kalau dia tidak emergency, tidaklah ditangani dengan jalur emergency. Ada prosesnya,” terang pihak Puskesmas.

Mereka menegaskan pelayanan kesehatan tetap diberikan sesuai kondisi medis pasien dan ketentuan yang berlaku.

BPJS Minta Warga Laporkan Kendala Pelayanan

Sementara itu, perwakilan BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa apabila masyarakat menemukan kendala pelayanan di rumah sakit, warga dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi BPJS.

Menurut BPJS, pengawasan pelayanan rumah sakit dilakukan melalui mekanisme tersendiri sehingga laporan masyarakat menjadi penting untuk ditindaklanjuti.

Dorong Sosialisasi Jalur Afirmasi dan PKH Medan Makmur

Usai kegiatan, Godfried menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami program PKH Medan Makmur maupun mekanisme penerimaan siswa baru melalui jalur afirmasi.

Ia berharap Pemerintah Kota Medan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar informasi program bantuan dan pendidikan dapat diterima secara lebih merata.

“Kalau memang pendaftaran hanya online, jangan hanya online aja disebut, boleh pendaftaran langsung manual karena masyarakat ini belum tahu masih banyak yang gaptek,” kata Godfried.

Menurutnya, peningkatan sosialisasi menjadi penting agar masyarakat tidak kehilangan kesempatan memperoleh hak layanan pendidikan maupun bantuan sosial akibat minimnya informasi.

Sumpah Pemuda Pemko Medan