Godfried: Perda Menyangkut Kehidupan Masyarakat
Dalam sosialisasi tersebut, Godfried menegaskan alasan dirinya terus memilih tema penanggulangan kemiskinan dalam setiap kegiatan Sosperda.
“Saya sengaja sampai dan saya berakhir DPR. Judul ini akan saya pilih karena dia menyangkut kehidupan orang banyak,” ujar Godfried.
Ia juga mengajak masyarakat agar aktif memanfaatkan berbagai program pemerintah yang telah tersedia, baik di bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan maupun pelayanan publik.
Tujuh Warga Sampaikan Beragam Persoalan
Suasana Sosperda semakin hidup ketika memasuki sesi dialog.
Warga pertama, M. Siahaan, mempertanyakan keberlanjutan program bantuan perlengkapan usaha bagi pedagang kecil seperti gerobak maupun perlengkapan berdagang yang menurutnya pernah berjalan beberapa tahun lalu.
Sementara A. Sinurat menyampaikan persoalan drainase yang belum diperbaiki di Gang Nasional sehingga kawasan tersebut masih kerap dilanda banjir setiap hujan turun. Ia juga mengeluhkan lampu jalan yang tidak berfungsi, persoalan limbah dari fasilitas MBG, serta meningkatnya kasus pencurian di lingkungan mereka.
Keluhan serupa disampaikan S. Butar Butar yang meminta normalisasi drainase besar di Jalan Menteng VII karena telah mengalami pendangkalan akibat endapan tanah dan sampah. Ia juga meminta perbaikan lampu penerangan jalan yang sudah lama padam.
Selanjutnya, Togi Sirait meminta pemerintah segera memangkas pohon-pohon besar yang dinilai membahayakan pengguna jalan karena berpotensi tumbang. Ia juga mempertanyakan kemungkinan bantuan pembangunan pos keamanan lingkungan.
Warga lainnya, Br. Pakpahan, mengaku mengalami kesulitan memperoleh pinjaman modal usaha karena terkendala tunggakan PBB. Ia juga kembali mengeluhkan lampu jalan di depan rumahnya yang disebut telah mati selama bertahun-tahun.
Kemudian Iren Boru Purba mempertanyakan status data bantuan sosial keluarganya yang masih tercatat memiliki mobil, padahal kendaraan tersebut sudah tidak lagi dimiliki sejak bertahun-tahun lalu sehingga berdampak pada status desil penerima bantuan.
Sedangkan Br. Manurung meminta solusi terkait tiang jaringan internet yang telah keropos dan dikhawatirkan roboh hingga membahayakan warga sekitar.












