Selain kesehatan, isu pendidikan juga menjadi sorotan. Dalam forum itu disampaikan rencana pendirian SMP Negeri baru di kawasan Medan Amplas pada tahun ajaran 2026–2027, guna mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri di wilayah tersebut. Rencana penggratisan SPP SMA Negeri di Sumatera Utara juga turut disinggung sebagai bagian dari kebijakan yang sedang berjalan.
Masalah infrastruktur lingkungan menjadi keluhan dominan warga. Suhartini, warga Gang Sukur Harapan Pasti Timur, mengungkapkan bahwa lingkungannya yang terdiri dari 19 rumah belum pernah dialiri air bersih sejak 1990. “Kami sudah berkali-kali mengusulkan, tapi sampai sekarang belum ada air dan lampu jalan,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang menyoroti kondisi jalan rusak, parit tersumbat, hingga banjir besar yang terjadi pada November lalu. Manullang, warga Jalan Harapan Pasti Nomor 30, meminta solusi konkret untuk normalisasi sungai dan drainase agar banjir tidak terus berulang. “Kami mohon ada pengorekan sungai atau pembuatan benteng agar warga terhindar dari banjir,” ujarnya.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Godfried menyatakan bahwa Pemko Medan memiliki program pemasangan pipa air bersih gratis dari pipa induk hingga depan rumah warga, dengan syarat jaringan induk PDAM sudah tersedia. Ia juga meminta agar OPD terkait langsung turun ke lapangan usai acara untuk menindaklanjuti aduan warga.












