LANGSA, pelitaharian.id– Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh Nasruddin, pada Rabu, (30/12), minta kepada PT Pekola, agar se-segera mungkin menyerahkan, Aset Mangrove (areal Ekowisata Hutan Mangrove), Kuala Langsa Kepada CV Ayudhia Management.
Karena menurut Tengku Nasruddin, selain CV Ayudhia Management sebagai pemenang kontrak yang menawarkan nilai tertinggi, juga sebagai Mitra pemerintah yang baru.
Menurutnya, sesuai dengan fenomena yang terjadi terkait persoalaan aset Pemko Langsa, di areal Ekowisata Hutan Mangrove Kuala Langsa Kec. Langsa Barat. sampai hari ini, masih ditutup dan dijaga oleh Satpol PP Kota Langsa.
Padahal ini merupakan, Pendapat Asli Daerah (PAD), untuk Kota Langsa dan ini sudah berbulan bulan terjadi, sementara pengutipan tiket terus berlangsung. Ujar Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin.
Sebagaimana kita ketahui fasilitas Ekowisata Hutan Mangrove itu merupakan salah satu asset khusus Pemerintah Kota Langsa. Jadi dalam pengelolaan nya Pemko Langsa, melimpahkan kewenangan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT. Pelabuhan Kota Langsa (PEKOLA).
“Jadi…, Apalagi…!. Itu PAD lhoo…, bukan pendapatan asli untuk diri sendiri. Ada pula aturan “gila”, Pemenang tender dibelegu alias dikebiri, sedangkan pihak kalah berkuasa. ini terkesan macam ada main” Ketus Tengku Nas dengan nada geram.













