MEDAN, pelitaharian.id – Seorang mahasiswi asal Kabupaten Simalungun, MNN (25), melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan seksual ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Laporan tersebut telah resmi diterima aparat dengan Nomor: STTLP/B/599/IV/2026/SPKT/Polda Sumatera Utara pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 14.23 WIB.
Pelaporan dilakukan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut dengan pendampingan tim kuasa hukum yang dipimpin Dr. M. Sa’i Rangkuti, SH., MH. Ia hadir bersama sejumlah advokat lainnya, yakni Nirmala Indraloka, SH., Rizky Fatimantara Pulungan, SH., Muhammad Rafi Makarim, SH., dan Muhammad Fahmi Hasibuan, SH.
Dalam dokumen laporan kepolisian, peristiwa yang diadukan merujuk pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), khususnya Pasal 6.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Minggu, 12 April 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, di salah satu unit apartemen Mansyur Residence, Jalan Dr. Mansyur No. 165, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, korban dan terlapor berinisial MK—yang disebut sebagai warga negara asing—telah saling mengenal sejak Februari 2026. Keduanya kemudian bertemu di kediaman terlapor dengan agenda menonton film.













